728x90 AdSpace

Latest News
Tuesday, February 7, 2017

Obat Hepatitis Tradisional, Ampuh Menyembuhkan Hepatitis Secara Alami

Mengalami penyakit hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C dan jenis hepatitis lainnya ?? kami menawarkan ramuan obat hepatitis tradisional dari ekstrak teripang emas, mungkin bisa menjadi solusi atau refrensi Anda untuk mengobati penyakit hepatitis secara alami. Berikut informasi mengenai penyakit Hepatitis A, B, C, D dan E dimulai dari pengertian, penyebab hepatitis, gejala serta cara mengobati hepatitis dengan pengobatan alternatif tradisional menggunakan obat herbal alami.
Obat Hepatitis Tradisional, Ampuh Menyembuhkan Hepatitis Secara Alami

Hati memiliki ratusan fungsi sehingga menjadi salah satu organ terpenting dalam tubuh manusia. Fungsi hati di antaranya adalah memproduksi cairan empedu yang dapat membantu pencernaan lemak, menyimpan karbohidrat, memproduksi senyawa yang penting dalam pembekuan darah, serta menghilangkan racun dari tubuh.

Manusia hanya memiliki satu buah hati. Organ ini memiliki daya tahan yang sangat tangguh. Hati bahkan tetap bekerja meski mengalami kerusakan dan mampu terus beregenerasi (memperbaiki diri) selama tidak mengalami kerusakan yang benar-benar parah.

Salah satu penyakit hati ialah hepatitis, hepatitis termasuk penyakit hati tersering dialami oleh sebagian besar masyarakat, bahkan hepititis termasuk penyakit berbahaya dan mematikan bagi penderitanya.

Hepatitis adalah salah satu penyakit hati / liver, hati / lver mengalami peradangan ( inflamasi ) sehingga membuat fungsinya terganggu. Peradangan tersebut berawal dari adanya gangguan terhadap organ hati, seperti karena adanya infeksi virus, karena minuman beralkohol dan obat-obatan tertentu.

Penyebab Hepatitis

Penyebab hepatitis tersering ialah karena infeksi virus hepatitis, virus hepatitis saat sekarang yang sering terjadi ada 5 virus hepatitis antara lain : virus hepatitis A (VHA), virus hepatitis B (VHB), virus hepatitis C (VHC), virus hepatitis D (VHD) dan virus hepatitis E (VHE), diperkirakan ada 2 virus hepatitis lagi yang menyebabkan hepatitis selain kelima virus tadi.

Penyebab hepatitis ini juga menjadi pembeda atau termasuk kedalam jenis-jenis hepatitis, jadi penyebab dan jenis hepatitis sama.

Penyebab Hepatitis A

Hepatitis A merupakan salah satu penyakit yang dapat menyerang organ hati dan penyebab nya ialah infeksi virus hepatitis A (VHA). Virus hepatitis A dapat menyebar dengan sangat mudah, cara penyebaran utamanya adalah melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh tinja pengidap hepatitis A.  Ada beberapa faktor dapat meningkatkan penyebaran penyakti hepatitis A, antara lain seperti :
  • Kontak langsung dengan pengidap hepatitis A
  • Sanitasi buruk.
  • Bekerja di area yang berhubungan dengan kotoran, misalnya selokan.
  • Berhubungan seks dengan pengidap, terutama seks anal.
  • Berbagi jarum suntik.
  • Pria yang berhubungan seks dengan sesama pria.


Gejala awal hepatitis A antara lain meliputi pusing, mual-mual, muntah, sakit tenggorokan, diare, kehilangan nafsu makan, kelelahan dan nyeri pada otot serta sendi. Ketika virus hepatitis A mulia menginfeksi organ hati, gejala yang akan muncul atara lain :
  • Urin berwarna gelap
  • Tinja berwarna kuning pucat
  • Sakit kuning
  • Pembengkakan hati 
  • Sakit perut kanan atas jika ditekan.

Akan tetapi tidak semua menimbulkan gejala-gejala tersebut hanya gejela paling umum dari penyakti hepatitis A itulah gejala-gejala nya, ada sebagian orang menderita hepatitis A tetapi tidak menimbulkan gejala apapun, baru ketika diperiksakan mengalami penyakit hepatitis A. Penyakit Hepatitis A tidak terlalu berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya dengan catatan kekebalan tubuh penderita hepatitis A harus terus meningkat karena dengan kekebalan itulah virus hepatitis A dapat dimatikan.

Penyebab Hepatitis B

Penyebab hepatitis B ialah infeksi oleh virus hepatitis B ( VHB ). Hepatitis B merupakan masalah kesehatan dunia, termasuk Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa hepatitis B merupakan penyebab lebih dari 780.000 kematian tiap tahun di dunia.

Hepatitis B adalah penyakti hepatitis tersering dialami oleh masyarakat dan tidak terlalu berbahaya tetpai bisa berbahaya jika dibiarkan. Di Indonesia sendiri, hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2007 menunjukkan bahwa prevalensi hepatitis B sebesar 9,4%. Hal ini berarti satu dari 10 penduduk Indonesia terinfeksi Hepatitis B. Sayangnya, hanya satu dari lima penderita hepatitis B di Indonesia yang sadar bahwa mereka mengidap penyakit ini.

Virus Hepatitis B (VHB) biasanya menular melalui darah atau cairan tubuh seperti air liur, cairan vagina, atau sperma. Ini karena hepatitis B terdapat dalam darah dan cairan tubuh tersebut. Tranfusi darah, darah pada pisau cukur, perawatan gigi, gunting kuku, jarum suntik atau jarum yang digunakan untuk membuat tato dapat menularkan virus hepatitis B.

Bahkan noda darah mengering pun dapat menulari orang lain selama 1 minggu sejak menempel pada suatu benda. Cara lain penyebaran virus ini adalah karena terbawa sejak dari kandungan oleh seorang ibu yang terinfeksi virus hepatitis B ( faktor keturunan) dan karena hubungan seks.

Masa inkubasi hepatitis B berkisar antara 1-5 bulan sejak terinfeksi virus hepatitis B. Inkubasi adalah jarak waktu antara masuknya virus ke dalam tubuh hingga munculnya gejala. Jadi terkadang orang yang sudah terinfek virus hepatitis B tidak langsung mengalami gejala apapun, baru setelah masa inkubbasi terjadi gejala-gejala penyakti hepatitis B, antara lain :
  • Mual dan muntah.
  • Penurunan berat badan.
  • Kehilangan nafsu makan
  • Nyeri perut.
  • Lemas dan lelah.
  • Gejala yang menyerupai flu seperti lelah, nyeri pada tubuh, sakit kepala, dan demam tinggi (sekitar 38ºC atau lebih).
  • Sakit kuning (kulit dan bagian putih mata menguning serta urine berwarna kuning pekaty).

Penyakti hepatitis ini bisa disembuhkan dan bisa juga menjadi kronis jika virus hepatitis B ini tetap ada di dalam tubuh, meskipun terkadang juga ketika sudah lama terinfeksi tidak menimbulkan gejala-gejala apapun.

Penyebab Hepatitis C

Penularan hepatitis C hampir sama dengan penularan virus hepatitis B hanya saja jenisnya virusnya yang berbeda yaitu virus hepatitis B (VHB), namun paling umum terjadi melalui jarum suntik, terutama di antara para pengguna obat-obatan terlarang yang berbagi jarum suntik. Di samping itu, ada beberapa kelompok orang juga berisiko tinggi tertular penyakit hevatitis C seperti Tranfusi darah, darah pada pisau cukur, perawatan gigi, gunting kuku, faktor keturunan dan hubungan seksual.

Ketika tubuh mulai terinfeksi virus hepatitis C dari kebanyakan tidak menimbulkan berbagai gejala, inilah sebenarnya tahap terkena penyakti hepatitis C akut, masa inkubasinya sekitar 6 bulan dan bisa sembuh dengan sendirinya jika kekebalan tubuh nya kuat dan mampu mematikan virus hepatitis C.

Akan tetapi jika kekebalan tubuh nya lemah sehingga tidak mampu mematikan virus hepatitis C inilah yang akan membuat penyakti hepatitis C kronis, dimana gejala-gejala heptitis C kronis akan muncul, gejala-gejalanya pun hampir sama dengan gejala jenis penyakit hepatitis lainnya.

Penyebab Haptitis D dan Penyebab Hepatitis E hampir sama dengan dengan jenis hepatitis lainnya hanya saja dengan jenis virusnya yang berbeda-beda jika hepatitis D penyebab nya ialah infeksi virus hepatitis D ( VHD ) sedangkan hepatitis E penyebab nya ialah infeksi virus hepatitis E ( VHE ) dan gejala-gejala nya pun hampir sama, akan tetapi jenis hepatitis D dan E sangat jarang ditemui.

Prof. H. Ali Sulaiman, Guru Besar Penyakit Dalam FKUI, menyebutkan bahwa para penderita hepatitis yang sudah berada pada fase prodormal (sebelum badan menjadi kuning), biasanya mengalami gejala badan lemas, cepat lelah, lesu, tidak nafsu makan, mual, muntah, perasaan tidak enak dan nyeri di perut, demam dan kadang menggigil, sakit kepala, nyeri pada persendian, pegal di seluruh tubuh, terutama pinggang dan bahu, serta diare. Kadang penderita seperti akan pilek dan batuk dengan atau tanpa sakit tenggorokan.

Kemudian beliau melanjutkan penjelasannya, bila sudah sampai fase kuning (ikterik), penderita akan menemui air kencingnya berwarna kuning pekat seperti teh. Selain itu, bagian putih bola mata, selaput lendir langit-langit mulut, dan kulit berubah menjadi kekuningan. Dan bila terjadi hambatan aliran empedu yang masuk ke dalam usus, tinja akan berwarna pucat seperti dempul (feces acholis).

Bahaya Penyakit Hepatitis

Dr. Yan William salah sati interctive medical advisor alodokter.com mejelaskan :
Berat atau ringannya penyakit liver / hepatitis tergantung dari jenis dan juga stadium penyakit tersebut. Penyakit liver / hepatitis akan membahayakan bila terjadi jangka panjang sampai terjadi kronis, dimana liver / hati sudah rusak dan tidak dapat menjalankan fungsinya. Kondisi ini disebut sebagai gagal hati. Rusaknya liver / hati yang berlangsung lama disebut penyakit sirosis hepatis. ( sumber dari alodokter.com )
.
  • Sirosis Hati adalah kerusakan hati jangka panjang atau kronis yang menyebabkan luka pada hati sehingga hati tidak berfungsi dengan baik.
  • Kanker Hati adalah adanya sel-sel kanker ganas di dalam hati, sifat kanker ini menyebar luas, jadi sel kanker tersebut tidak hanya menyerang hati saja tetapi beresiko besar menyerang organ tubuh yang lain sehingga sangat berbahaya
  • Gagal Hati adalah matinya atau tidak berfungsinya hati sehingga harus dilakukan transplantasi hati atau penggantian hati dengan yang baru.

Penyakit hepatitis jika dibiarkan, hepatitis bisa berubah menjadi kronis dan tidak mampu disembuhkan dengan kekebalan tubuhnya, jika virus hepatitis terus mmenginfeksi hati dalam jangka panjang akan membuat kerusakan pada hati seperti sirosis, kanker hati hingga gagal hati ( hati sudah tidak berfungsi lagi ).

Jadi jelas seperti dikatakan oleh Dr. Yan Willian tadi bahwa penyakit hepatitis sangat berbahaya jika dibiarkan ( sudah menjadi kronis ) karena bisa berkomlikasi pada penyakti hati lainnya bahkan bisa membuat gagal hati ( hati sudah tidak berfungsi lagi ) lebih dari itu bisa menimbulkan penyakit lainnya di luar penyakit hati hingga berujung kematian.

Salah satu fungsi hati ialah menyaring darah dari racun-racun jika darah tidak tidak tersaring dengan baik karena mengalami penyakit hati hepatitis, baik hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D dan hepaititis lainnya, maka darah yang penuh racun itu akan menyebar ke organ tubuh lainnya sehingga bisa membuat kerusakakan pada organ lain, ini lah yang bisa menimbulkan komplikasi penyakti lain diluar penyakit hati hingga jika sudah sangat kronis dan berkomplikasi dengan penyakit lain bisa berujung pada kematian.

Maka dari itu apapun alasannnya tetap penyakit hepatitis jangan dibiarkan dan harus segera diobati, sebelum berubah menjadi kronis dan mematikan.

Menurut DR. Dr. Julitasari Sundoro, berdasar perjalanan penyakit, hepatitis dibedakan menjadi hepatitis akut dan kronis. Disebut kronis bila hepatitis tersebut masih ada setelah enam bulan.

Obat Hepatitis Tradisional, Ampuh Menyembuhkan Hepatitis Secara Alami

Pengobatan Hepatitis

Pengobatan oleh dokter, menurut Dr. Setiawan Dalimartha, umumnya bersifat simptomatik, yakni untuk meringankan gejala penyakit yang timbul selain sebagai terapi yang membantu kelangsungan fungsi hati.

Maksudnya dari sifat sipmtomatik ini pengobatan hanya sebatas meringankan / meredakan gejala dari penyakit hepattitis dengan pemberian obat-obatan, jadi tidak mematikan virusnya seperti vaksinasi, menurut beberap sumber kesehatan vaksinasi untuk penyakit hapatitis A dan B sudah ada akan tetapi vaksinasi untuk penyakit hepatitis C dan lainnya belum ditemukan.

Selain dengan pengobatan medis bisa juga melakukan pengobatan dengan cara tradisional menggunakan ramuan obat alam dari bahan-bahan alami / herbal, berikut beberapa ramuan untuk penyakit hepatitis :

Ramuan Obat Hepatitis 1
Bahan : dua buah tomat masak  dan gula pasir secukupnya, Cara Membuat Setelah dicuci, potong-potonglah buah tomat untuk dijadikan jus. Namun, bila tidak mempunyai alatnya, buah tersebut bisa direbus dengan air secukupnya. Setelah mendidih, lumat atau giling, kemudian diperas. Air perasan ditambahi sediki gula baru kemudian diminum dua kali sehari.

Ramuan Obat Hepatitis 2
Bahan : satu jari batang brotowali, tiga gelas air dan satu sendok makan madu, Cara Membuat Cucilah batang brotowali lalu potong-potong seperlunya. Rebuslah dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saringlah dan tambahkan sesendok madu. Minum dua kali sehari, masing-masing setengah gelas.

Ramuan Obat Hepatitis 3
Bahan : tiga buah mengkudu masak atau segenggam kulit mengkudu, selembar daun pisang, sepotong kain dan cuka secukupnya, Cara I : Buah mengkudu dicuci lalu dibilas dengan air matang. Parut dan peraslah dengan sepotong kain. Air perasan diminum.

Cara II : Untuk pemakaian luar, kulit mengkudu ditumbuk halus lalu diaduk dengan sedikit cuka. Bungkus ramuan dengan daun pisang. Panaskan sebentar di atas api atau dikukus. Dalam keadaaan hangat, tempelkan bungkusan tersebut pada perut kanan atas, tempat hati yang sedang membengkak dan sakit.

Ramuan Obat Hepatitis 4
Bahan : dua jari rimpang segar temulawak dan madu secukupnya, Cara Membuat Rimpang temulawak dikupas kulitnya, lalu dicuci bersih. Bilas dengan air matang kemudian diparut. Tambahkan setengah cangkir air hangat dan satu sendok makan madu. Aduk merata lalu peras dan saringlah. Air saringan diminum sehari dua kali sehari.

Itulah beberapa ramuan obat herbal alami dari Dr. Setiawan Dalimartha yang bersumber dari informasi berita kompas.com, mungkin bisa dicoba dirumah.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Obat Hepatitis Tradisional, Ampuh Menyembuhkan Hepatitis Secara Alami Rating: 5 Reviewed By: shinta Aquino